"Awalnya saya sempat bingung dengan melihat tarif RS untuk biaya persalinan, bingung karena tidak punya uang cash segitu. lalu saya berpikir kemana saya harus mendapatkan uang 5juta rupiah. apakah pinjam ke koperasi kantor dengan uang jasa 1,5% dan biaya administrasi lainnya. namun setelah saya pertimbangkan, saya gunakan tabungan dinar saya untk biaya persalinan, Masya Alloh hanya 3 koin dinar saya dapat membayar biaya persalinan istri saya...subhanalloh"
By. Bapak Ridho
Forum Tanya Jawab dan Berbagi Pengalaman Menggunakan Dinar Dirham untuk Muamalah
Dinar Dirham Alat Barter Syariah Suka Rela
Mari Gunakan Dinar Dirham untuk Transaksi Mumalah dan Zakat
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Menggunakan Dinar Dirham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Menggunakan Dinar Dirham. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
Berbekam di Klinik Bekam BRS P. Brandan dibayar dengan 1 Dirham.
Berbekam di Klinik Bekam BRS P. Brandan dibayar dengan 1 Dirham.
Alamat : Jl. Besitang simp. terowongan, P.Brandan, SUMUT.
Klinik Bekam BRS juga menjual berbagai jenis herbal serta menyediakan berbagai jenis terapi seperti sebat rotan, gurah mata, terapi sholat, dll.. menerima pembayaran dengan dinar dan dirham, serta setiap jum'at ada pembagian sedekah dirham ataupun dengan beras ketika dirham lagi kosong...
cp. Abdul Hafiz 0819 7262 729
By: Reza Al Affan, Sumatera Utara
Alamat : Jl. Besitang simp. terowongan, P.Brandan, SUMUT.
Klinik Bekam BRS juga menjual berbagai jenis herbal serta menyediakan berbagai jenis terapi seperti sebat rotan, gurah mata, terapi sholat, dll.. menerima pembayaran dengan dinar dan dirham, serta setiap jum'at ada pembagian sedekah dirham ataupun dengan beras ketika dirham lagi kosong...
cp. Abdul Hafiz 0819 7262 729
By: Reza Al Affan, Sumatera Utara
Bayar Jasa Servis Mobil dengan Rp. 150 rb Plus 1,5 Dirham
"Alhamdulillah, bayar jasa servis mobil dengan Rp. 150 rb plus 1,5 Dirham. Semoga kedepannya Mas Montir mau dibayar 100% dengan dirham."
By. Bpk Aris Sunaryo, 12 Mei 2011
Pagi itu saat berangkat kerja, mobil mogok di sekitar Taman Mini dengan mesin berasap. Setelah menepi, saya menghubungi tetangga saya yang memiliki bengkel AC (Pak Hendra). Pak Hendra meminta saya menunggu di tempat sedangkan beliau segera meluncur ke tempat dimana mobil saya mogok.
Sejam kemudian, Pak Hendra datang bersama temannya seorang montir (Mas Saipul). Hasil cek sana sini diperkirakan masalah di oil pump yang tidak bisa naik ke pembakaran sehingga mesih panas dan berasap.
Singkat cerita akhirnya mobil di derek oleh mobil Pak Hendra untuk dibawa ke bengkel AC beliau di Jl.Transyogi Arah Cileungsi.
Sampai di bengkel, belakangan diketahui bahwa masalah sebenarnya adalah water pump yang bocor sehingga air radiator kosong dan mesin kepanasan. Akhirnya diputuskan untuk dilakukan langkah-langkah, buka fanbelt dan timing belt, ganti baru waterpump sekaligus stel klep mesin. Pekerjaan dilakukan dari jam 9.30 pagi sampai jam 5 sore. Terlihat bahwa pekerjaannya banyak dan cukup melelahkan juga.
Saat ditanya biayanya, Pak Hendra menolak dibayar meski saya sudah memaksa, sedangkan Mas Saipul hanya meminta dibayar dibawah Rp.200 rb. Saya cukup terkejut karena pengalaman saya mengganti timing belt jasanya bisa sampai 300-an rb lebih, padahal yang dikerjakan lebih banyak (3 macam pekerjaan).
Akhirnya saya menawarkan untuk membayar seharga Rp.150 rb plus 1,5 dirham kepada Mas Saipul. Disaksikan oleh Pak Hendra, saya kemudian menjelaskan tentang keunggulan dinar dan dirham dibanding uang kertas serta ajakan untuk kedepannya mau menerima pembayaran berupa dinar-dirham agar jerih payah yang sudah dikeluarkan dibayar dengan bayaran yang sesuai.
Bengkel AC Maju Jaya
Jl.Raya Transyogi Arah Cileungsi (depan PT.Bukaka)
A/n. Pak Hendra (6221)82490511
Montir (Mas Saipul)
HP. 087873048041
By. Aris Sunaryo.
By. Bpk Aris Sunaryo, 12 Mei 2011
Pagi itu saat berangkat kerja, mobil mogok di sekitar Taman Mini dengan mesin berasap. Setelah menepi, saya menghubungi tetangga saya yang memiliki bengkel AC (Pak Hendra). Pak Hendra meminta saya menunggu di tempat sedangkan beliau segera meluncur ke tempat dimana mobil saya mogok.
Sejam kemudian, Pak Hendra datang bersama temannya seorang montir (Mas Saipul). Hasil cek sana sini diperkirakan masalah di oil pump yang tidak bisa naik ke pembakaran sehingga mesih panas dan berasap.
Singkat cerita akhirnya mobil di derek oleh mobil Pak Hendra untuk dibawa ke bengkel AC beliau di Jl.Transyogi Arah Cileungsi.
Sampai di bengkel, belakangan diketahui bahwa masalah sebenarnya adalah water pump yang bocor sehingga air radiator kosong dan mesin kepanasan. Akhirnya diputuskan untuk dilakukan langkah-langkah, buka fanbelt dan timing belt, ganti baru waterpump sekaligus stel klep mesin. Pekerjaan dilakukan dari jam 9.30 pagi sampai jam 5 sore. Terlihat bahwa pekerjaannya banyak dan cukup melelahkan juga.
Saat ditanya biayanya, Pak Hendra menolak dibayar meski saya sudah memaksa, sedangkan Mas Saipul hanya meminta dibayar dibawah Rp.200 rb. Saya cukup terkejut karena pengalaman saya mengganti timing belt jasanya bisa sampai 300-an rb lebih, padahal yang dikerjakan lebih banyak (3 macam pekerjaan).
Akhirnya saya menawarkan untuk membayar seharga Rp.150 rb plus 1,5 dirham kepada Mas Saipul. Disaksikan oleh Pak Hendra, saya kemudian menjelaskan tentang keunggulan dinar dan dirham dibanding uang kertas serta ajakan untuk kedepannya mau menerima pembayaran berupa dinar-dirham agar jerih payah yang sudah dikeluarkan dibayar dengan bayaran yang sesuai.
Bengkel AC Maju Jaya
Jl.Raya Transyogi Arah Cileungsi (depan PT.Bukaka)
A/n. Pak Hendra (6221)82490511
Montir (Mas Saipul)
HP. 087873048041
By. Aris Sunaryo.
Kamis, 12 Mei 2011
Gaji Karyawan dalam Dinar dan Dirham
Sumber: Wakala Induk Nusantara
Berbagai pihak mulai menggajikaryawannya dalam dianr dan dirham. Suteki di Bandung salah satunya.
Awal 2011, manajemen Suteki, sebuah perusahaan penyedia perangkat lunak , memutuskan untuk membuat standar gaji karyawan serta membayarkannya dalam bentuk koin dinar dan dirham. Langkah ini ditempuh karena manajemen Suteki memahami sepenuhnya manfaat dinar dan dirham sebagaimana yang telah banyak diketahui masyarakat umum, yakni nilainya yang stabil. Ini juga merupakan salah satu langkah awal untuk keluar dari sistem ribawi sepenuhnya.
Gambar: SIM Akademik, salah satu produk andalan Suteki
Tentu saja keputusan ini disambut baik oleh karyawan Suteki, karena gaji pokok mereka akan mengikuti nilai dinar dan dirham yang berarti bebas dari 'perampokan terselubung' yang dikenal sebagai inflasi. Dari sudut pandang manajemen tentu telah memikirkan konsekuensi bahwa beban gaji karyawan akan 'selalu naik' seiring perjalanan waktu, mungkin hal ini juga yang dapat membuat manajemen perusahaan secara umum 'berfikir panjang' untuk menggaji pegawainya dalam dinar dirham.
Namun jika dipahami pada kenyataannya tidaklah demikian, sudah sewajarnyalah para pegawai mendapatkan gaji yang memiliki nilai yang stabil. Justru jika dianalisa dengan baik, pegawailah yang sangat dirugikan jika gaji mereka dari waktu ke waktu, tahun demi tahun konstan sementara laju inflasi sedemikian cepatnya menggerogoti penghasilan mereka. Secara teknis, perusahaan dapat menyisihkan dinar dan dirham sebagai alokasi gaji pegawai untuk beberapa bulan kedepan, katakalah 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun kedepan. Sehingga perusahaan tidak terbebani oleh perubahan rate dinar dirham yang cenderung naik (yang pada kenyataan sebenarnya adalah penurunan daya beli uang).
Suteki merupakan sebuah unit usaha kreatif yang berdomisili di Bandung. Suteki bergerak dibidang teknologi informasi dengan core bisnis pembuatan software sistem informasi. Beberapa produk Suteki antara lain: Sistem Informasi Akademik untuk perguruan tinggi, Sistem Informasi Perpustakaan Digital, Sistem Informasi Kepegawaian dan Tata Usaha, Sistem Informasi Kehadiran dengan pemindai sidikjari, Sistem Informasi Sekolah, Sistem Informasi Kehadiran untuk sekolah, Sistem Informasi Payroll untuk pabrik dan lain-lain.
Berbagai pihak mulai menggajikaryawannya dalam dianr dan dirham. Suteki di Bandung salah satunya.
Awal 2011, manajemen Suteki, sebuah perusahaan penyedia perangkat lunak , memutuskan untuk membuat standar gaji karyawan serta membayarkannya dalam bentuk koin dinar dan dirham. Langkah ini ditempuh karena manajemen Suteki memahami sepenuhnya manfaat dinar dan dirham sebagaimana yang telah banyak diketahui masyarakat umum, yakni nilainya yang stabil. Ini juga merupakan salah satu langkah awal untuk keluar dari sistem ribawi sepenuhnya.
Gambar: SIM Akademik, salah satu produk andalan Suteki
Tentu saja keputusan ini disambut baik oleh karyawan Suteki, karena gaji pokok mereka akan mengikuti nilai dinar dan dirham yang berarti bebas dari 'perampokan terselubung' yang dikenal sebagai inflasi. Dari sudut pandang manajemen tentu telah memikirkan konsekuensi bahwa beban gaji karyawan akan 'selalu naik' seiring perjalanan waktu, mungkin hal ini juga yang dapat membuat manajemen perusahaan secara umum 'berfikir panjang' untuk menggaji pegawainya dalam dinar dirham.
Namun jika dipahami pada kenyataannya tidaklah demikian, sudah sewajarnyalah para pegawai mendapatkan gaji yang memiliki nilai yang stabil. Justru jika dianalisa dengan baik, pegawailah yang sangat dirugikan jika gaji mereka dari waktu ke waktu, tahun demi tahun konstan sementara laju inflasi sedemikian cepatnya menggerogoti penghasilan mereka. Secara teknis, perusahaan dapat menyisihkan dinar dan dirham sebagai alokasi gaji pegawai untuk beberapa bulan kedepan, katakalah 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun kedepan. Sehingga perusahaan tidak terbebani oleh perubahan rate dinar dirham yang cenderung naik (yang pada kenyataan sebenarnya adalah penurunan daya beli uang).
Suteki merupakan sebuah unit usaha kreatif yang berdomisili di Bandung. Suteki bergerak dibidang teknologi informasi dengan core bisnis pembuatan software sistem informasi. Beberapa produk Suteki antara lain: Sistem Informasi Akademik untuk perguruan tinggi, Sistem Informasi Perpustakaan Digital, Sistem Informasi Kepegawaian dan Tata Usaha, Sistem Informasi Kehadiran dengan pemindai sidikjari, Sistem Informasi Sekolah, Sistem Informasi Kehadiran untuk sekolah, Sistem Informasi Payroll untuk pabrik dan lain-lain.
Rabu, 11 Mei 2011
Dirham untuk Servis Air Conditioner (AC), Ibu Alawiyah Abdul Rahman Vadillo, Malaysia
"Tadi pagi Sdr Gold Man datang servis air conditioner rumah saya. 4 unit. Bayaran perkhidmatan dengan dirham. Alhamdulillah. Sdr Khairul Azmi ajar saya cuci cover air cond jugak. Satu transaksi di pagi rabu yang sungguh berbaloi. Kalau ada sesiapa perlukan perkhidmatannya, lawatlah website jTen.
Saya dah kenal, maka bolehlah recommend ..."
By: Ibu Alawiyah Abdul Rahman Vadillo
Rabu, 11 Mei 2011
"Hari ni menjalankan kerja2 selenggara hawa dingin dan berkongsi sedikit ilmu hawa dingin dengan PUAN Alawiyah Abdul Rahman Vadillo .. kos 4 dirham. hehehehe"
By: Gold Man (Khairul Azmi)
Rabu, 11 Mei 2011
Saya dah kenal, maka bolehlah recommend ..."
By: Ibu Alawiyah Abdul Rahman Vadillo
Rabu, 11 Mei 2011
"Hari ni menjalankan kerja2 selenggara hawa dingin dan berkongsi sedikit ilmu hawa dingin dengan PUAN Alawiyah Abdul Rahman Vadillo .. kos 4 dirham. hehehehe"
By: Gold Man (Khairul Azmi)
Rabu, 11 Mei 2011
Menunaikan Zakat dengan Dirham, Ibu Veranita Dwiputri
"Sebagai al-wakil Wakala Hijau, hari ini senaaaaang sekali rasanya bisa menunaikan zakat secara benar. 5 dirham dari nishab 200 dirham (stok wakala) diterima oleh Pak Abdarrahman Ricky Rachadi dari Baitul Mal Nusantara. Terimakasih Pak Zaim Saidi, telah mengingatkan bahwa haul itu bukan setahun masehi, tapi setahun hijriah. Mohon doanya smg bisa istiqomah jd bgn dr upaya menegakkan kembali pilar zakat yg telah ber-abad2 runtuh."
By: Ibu Veranita Dwiputri
By: Ibu Veranita Dwiputri
Sewa Rumah dengan Dinar dan Dirham
Sumber: Wakala At Tawazun
Kategori: Pengalaman Menggunakan Dinar Dirham untuk Muamalah
Marsono Abdurrasyid - Wakala At Tawazun
Pada mulanya, Bu Wulan tidak yakin dengan kedua koin tersebut. Tetapi begitu dia memegang koin-koin tersebut, terasa lebih mudah baginya untuk memahami dinar dirham.

Koin-koin yang terbungkus dalam plastik transparan itu diambil satu persatu dengan pelan oleh Bu Wulan. Enam orang rekan Bu Wulan yang berada di sekelilingnya ikut mengarahkan pandangan pada koin-koin berbungkus plastik itu. Tampak enam koin berwarna kuning yang terdiri dari kombinasi koin dinar dan koin nisfu dinar. Sedangkan empat koin yang berwarna putih perak adalah koin perak murni yang terdiri dari kombinasi koin dirhamayn, dirham dan nisfu dirham.
Siang itu, 14 April 2011, di ruangan kerjanya di Jakarta Selatan, dengan disaksikan rekan-rekan satu ruangannya, Bu Wulan menerima koin dinar emas dan dirham perak sejumlah 5,5 dinar dan 4,5 dirham. Momen itu adalah saat pertama kali baginya memegang dinar emas dan dirham perak. Demikian juga bagi sebagian besar rekan Bu Wulan di ruangan tersebut. Kedua jenis koin yang disebut sebagai nuqud yang sempat menghilang dalam sejarah peradaban Islam kini mulai dikenal kembali oleh banyak kalangan, dan kini berada di tangan Bu Wulan.
Koin-koin yang diterima Bu Wulan merupakan pembayaran dari penulis atas pemanfaatan rumah milik Bu Wulan yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Setahun lalu, penulis masih membayar sewa rumah tersebut menggunakan rupiah. Sedangkan pada tahun kedua ini, Bu Wulan sudah bersedia menerima dinar emas dan dirham perak sebagai pengganti jasa sewa rumahnya.
Pada mulanya, Bu Wulan merasa tidak yakin dengan kedua koin tersebut, apalagi dengan nominasi yang tidak dikenal sebelumnya yang cukup membingungkan dirinya. Akan tetapi begitu dia memegang sendiri koin-koin tersebut, terasa lebih mudah baginya untuk memahami dan mengenal koin dinar dirham dari Wakala Induk Nusantara tersebut. Penjelasan singkat mengenai dinar dirham ditambah dengan fakta bahwa daya beli uang kertas dari tahun ke tahun selalu menurun digerogoti inflasi membuat Bu Wulan, dengan izin suaminya, menerima kedua koin tersebut sebagai pembayaran. Selain itu, dengan menerima pembayaran dalam bentuk dinar dan dirham, Bu Wulan menyadari bahwa itu adalah bagian dari pengamalan kembali pada sunnah dan muamalah yang adil.
Koin-koin yang diterima Bu Wulan adalah karena akad sewa rumah, yang berarti telah dihasilkan jasa sehingga pantas dihargai dengan asset yang setara, bukan dengan uang kertas yang nilainya terus menyusut. Penukaran jasa dengan dinar dirham merupakan salah satu cara agar dinar dirham berputar dan berpindah tangan di masyarakat luas selain melalui perniagaan barang/produk dagangan. Selain itu, dinar dirham berputar melalui zakat, wakaf, infak,sodaqoh, hadiah dan sebagainya. Baru setelah itu, alternatif terakhir untuk mendapatkan dinar dirham adalah dengan menukarkan uang kertas ke dinar dirham.
Semoga dinar dirham bisa cepat beredar ke masyarakat dan berputar/berpindah dari tangan ke tangan sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi umat. Selain itu, dinar dirham yang beredar tersebut secara bertahap akan memusnahkan riba yang merusak karena pemakaian fiat money.
Kategori: Pengalaman Menggunakan Dinar Dirham untuk Muamalah
Marsono Abdurrasyid - Wakala At Tawazun
Pada mulanya, Bu Wulan tidak yakin dengan kedua koin tersebut. Tetapi begitu dia memegang koin-koin tersebut, terasa lebih mudah baginya untuk memahami dinar dirham.

Koin-koin yang terbungkus dalam plastik transparan itu diambil satu persatu dengan pelan oleh Bu Wulan. Enam orang rekan Bu Wulan yang berada di sekelilingnya ikut mengarahkan pandangan pada koin-koin berbungkus plastik itu. Tampak enam koin berwarna kuning yang terdiri dari kombinasi koin dinar dan koin nisfu dinar. Sedangkan empat koin yang berwarna putih perak adalah koin perak murni yang terdiri dari kombinasi koin dirhamayn, dirham dan nisfu dirham.
Siang itu, 14 April 2011, di ruangan kerjanya di Jakarta Selatan, dengan disaksikan rekan-rekan satu ruangannya, Bu Wulan menerima koin dinar emas dan dirham perak sejumlah 5,5 dinar dan 4,5 dirham. Momen itu adalah saat pertama kali baginya memegang dinar emas dan dirham perak. Demikian juga bagi sebagian besar rekan Bu Wulan di ruangan tersebut. Kedua jenis koin yang disebut sebagai nuqud yang sempat menghilang dalam sejarah peradaban Islam kini mulai dikenal kembali oleh banyak kalangan, dan kini berada di tangan Bu Wulan. Koin-koin yang diterima Bu Wulan merupakan pembayaran dari penulis atas pemanfaatan rumah milik Bu Wulan yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Setahun lalu, penulis masih membayar sewa rumah tersebut menggunakan rupiah. Sedangkan pada tahun kedua ini, Bu Wulan sudah bersedia menerima dinar emas dan dirham perak sebagai pengganti jasa sewa rumahnya.
Pada mulanya, Bu Wulan merasa tidak yakin dengan kedua koin tersebut, apalagi dengan nominasi yang tidak dikenal sebelumnya yang cukup membingungkan dirinya. Akan tetapi begitu dia memegang sendiri koin-koin tersebut, terasa lebih mudah baginya untuk memahami dan mengenal koin dinar dirham dari Wakala Induk Nusantara tersebut. Penjelasan singkat mengenai dinar dirham ditambah dengan fakta bahwa daya beli uang kertas dari tahun ke tahun selalu menurun digerogoti inflasi membuat Bu Wulan, dengan izin suaminya, menerima kedua koin tersebut sebagai pembayaran. Selain itu, dengan menerima pembayaran dalam bentuk dinar dan dirham, Bu Wulan menyadari bahwa itu adalah bagian dari pengamalan kembali pada sunnah dan muamalah yang adil.
Koin-koin yang diterima Bu Wulan adalah karena akad sewa rumah, yang berarti telah dihasilkan jasa sehingga pantas dihargai dengan asset yang setara, bukan dengan uang kertas yang nilainya terus menyusut. Penukaran jasa dengan dinar dirham merupakan salah satu cara agar dinar dirham berputar dan berpindah tangan di masyarakat luas selain melalui perniagaan barang/produk dagangan. Selain itu, dinar dirham berputar melalui zakat, wakaf, infak,sodaqoh, hadiah dan sebagainya. Baru setelah itu, alternatif terakhir untuk mendapatkan dinar dirham adalah dengan menukarkan uang kertas ke dinar dirham. Semoga dinar dirham bisa cepat beredar ke masyarakat dan berputar/berpindah dari tangan ke tangan sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi umat. Selain itu, dinar dirham yang beredar tersebut secara bertahap akan memusnahkan riba yang merusak karena pemakaian fiat money.
Langganan:
Postingan (Atom)

